Dalam Islam, malaikat termasuk pokok akidah, bukan hanya tokoh dalam kisah. Iman kepada malaikat menempati urutan kedua dalam enam rukun iman, setelah iman kepada Allah. Karena itu, membedakan ajaran yang menjadi dasar keyakinan dari rincian cerita yang beredar membantu pembaca memahami topiknya dengan lebih cermat. [1]
Kedudukan malaikat dalam pokok keimanan
Malaikat dipahami sebagai makhluk ciptaan Allah yang berasal dari cahaya dan termasuk perkara gaib. Keberadaannya wajib diimani meskipun manusia tidak melihat wujud atau mendengar suara mereka. Iman kepada malaikat mencakup keyakinan atas keberadaan, sifat, dan tugas mereka sebagaimana dinyatakan dalam ajaran Islam. [1]
Pokoknya bukan sekadar menerima bahwa malaikat ada. Sifat yang disebut dalam ajaran mencakup kesucian dan ketaatan: malaikat digambarkan jujur, amanah, tidak durhaka, serta patuh menjalankan perintah Allah. [1]
Peran dan nama yang disebut dalam ajaran
Salah satu kegiatan malaikat yang disebut ialah memuji dan menyucikan nama Allah. Keterangan ini memberi contoh peran yang dibahas dalam ajaran, tanpa perlu menambahkan uraian tugas lain yang tidak dijelaskan. [1]
Nama yang dicantumkan dalam pembahasan tentang malaikat antara lain Jibril, Mikail, Israfil, Malik, Ridwan, Malakul Maut, Munkar, dan Nakir. Penyebutan nama-nama tersebut tidak dengan sendirinya menerangkan tugas masing-masing secara terperinci; rincian semacam itu perlu diperiksa berdasarkan rujukan yang jelas. [1]
Membedakan pokok keyakinan dari kisah populer
Ketika sebuah kisah memuat detail tentang rupa, percakapan, atau kejadian tertentu, tanyakan apakah detail itu memang dinyatakan sebagai ajaran atau merupakan tambahan dalam cerita. Keakraban sebuah kisah tidak otomatis menjadikannya bagian dari pokok iman. Dasar yang dijelaskan di sini adalah iman kepada keberadaan, sifat, dan tugas malaikat yang dinyatakan dalam ajaran. [1]
Pembedaan itu bukan berarti setiap kisah tambahan pasti keliru. Tujuannya adalah menjaga agar prinsip keyakinan tidak tercampur dengan detail yang belum jelas rujukannya. Dengan begitu, pembahasan malaikat tetap berpijak pada kedudukan dan peran yang disebut dalam ajaran, sementara kisah populer dibaca sesuai dasar yang menyertainya.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Malaikat dalam Islam. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=30009592&title=Malaikat_dalam_Islam (diakses 2026-10-03).